Stres yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kondisi mental Anda, tapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan Anda. Stres juga bisa meninggalkan bekas di wajah lho, Bunda.
Ketika tingkat stres meningkat dan berlangsung dalam jangka waktu lama, tubuh akan memberikan berbagai sinyal. Salah satunya melalui perubahan pada wajah.
“Stres kronis dapat terlihat pada wajah melalui dua cara. Pertama, hormon yang dilepaskan tubuh saat kita merasa stres dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang berdampak negatif pada kulit,” kata perawat pendidik, Debra Sullivan, Ph.D., MSN, RN, CNE, COI.
IKLAN
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
Kedua, perasaan stres juga bisa menimbulkan kebiasaan buruk seperti mengertakkan gigi atau menggigit bibir, lanjutnya, seperti dilansir saluran kesehatan.
Berbagai perubahan pada wajah akibat stres seringkali luput dari perhatian karena dianggap tidak ada kaitannya dengan kondisi psikologis. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa kita kenali untuk memahami penyebab stres.
Tanda-tanda stres berlebihan terlihat di wajah
Yuk simak tanda-tanda stres berlebihan berikut ini yang biasanya terlihat di wajah ya, Bunda!
1. Jerawat
Saat kita merasa stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon ini menyebabkan bagian otak yang disebut hipotalamus memproduksi hormon pelepas kortikotropin (CRH).
CRH diduga merangsang pelepasan minyak dari kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Produksi minyak berlebih oleh kelenjar juga dapat menyumbat pori-pori kulit dan menimbulkan jerawat.
Sebuah studi tahun 2017 di jurnal Dermatologi Klinis, Kosmetik dan Investigasi mempelajari efek stres terhadap jerawat pada mahasiswa kedokteran berusia 22 hingga 24 tahun. Para peneliti menemukan bahwa tingkat stres yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan tingkat keparahan jerawat.
2. Kantong di bawah mata
Kantong di bawah mata ditandai dengan pembengkakan di bawah kelopak mata. Kondisi ini semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia karena otot pendukung di sekitar mata melemah. Kulit kendur akibat hilangnya elastisitas juga bisa menjadi penyebab munculnya kantung mata, Bunda.
Namun penelitian terbaru membuktikan bahwa munculnya kantung mata secara tidak langsung bisa disebabkan oleh stres. Studi diterbitkan di Target Peradangan & Alergi-Obat pada tahun 2014 menemukan bahwa stres akibat kurang tidur dapat meningkatkan tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, berkurangnya elastisitas, dan pigmentasi tidak merata. Hilangnya elastisitas kulit juga bisa menyebabkan terbentuknya kantung di bawah mata.
3. Ruam kulit
Stres berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus dan kulit yang disebut dengan disbiosis. Ketika ketidakseimbangan ini terjadi, kulit bisa menjadi merah atau ruam.
“Stres juga diketahui memicu atau memperburuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ruam atau peradangan kulit, seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis kontak,” kata Sullivan.
4. Kerutan
Stres juga dapat menyebabkan perubahan protein pada kulit dan mengurangi elastisitasnya. Hilangnya elastisitas ini bisa menyebabkan terbentuknya kerutan ya, Bunda.
Kerutan di dahi bisa muncul sebagai respons terhadap stres, seperti saat kita merasa cemas atau kesal. Kerutan di dahi yang terjadi berulang kali bisa berubah menjadi pembentukan keriput.
5. Kulit kering
Stres bisa membuat kulit wajah mudah kering. Prosesnya terjadi cukup cepat, Bu.
Stratum korneum adalah lapisan terluar kulit yang mengandung protein dan lipid. Lapisan ini berperan penting dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi dan bertindak sebagai penghalang yang melindungi kulit di bawahnya. Ketika stratum korneum tidak berfungsi dengan baik akibat stres, kulit bisa menjadi kering dan gatal.
6. Wajah menjadi merah dan kurang elastis
Stres dapat menyebabkan seseorang mengubah kebiasaan bernapasnya. Kebiasaan ini bisa menyebabkan wajah memerah untuk sementara waktu.
Tak hanya itu, stres juga bisa membuat kulit menjadi kurang elastis, Bunda. Pada tingkat stres yang berlebihan, masalah kulit sulit pulih dengan cepat.
Kulit tidak pulih seefisien biasanya ketika stres. Kulit menjadi kurang elastis, kilap lebih cepat memudar, menjadi lebih kasar, peradangan berlangsung lebih lama, dan kulit tidak dapat pulih serta ketika seseorang mendapat cukup istirahat atau dukungan pada sistem sarafnya, kata ahli kecantikan selebriti Elizabeth Grace Hand, dikutip dari Pasar.
Inilah 6 tanda stres pada wajah yang jarang diperhatikan. Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagi ibu-ibu yang menginginkannya membagikan pertanyaan mengasuh anak dan Anda bisa mendapatkan banyak memberi secara gratisya bergabung Komunitas Pasukan HaiBunda. Daftar klik DI SINI. Bebas!
(bebek/as)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.