Tampilan Postingan: 4
Saya masih ingat pertama kali saya memperhatikannya, bukan karena dia meminta bantuan tetapi karena semua orang berpura-pura dia tidak ada. Duduk diam di dekat halte bus, matanya mengikuti orang-orang yang lewat, membawa tas, kekhawatiran dan kehidupan yang tidak ada ruang untuknya. Beberapa menghindari kontak mata. Beberapa orang menyeberang jalan. Beberapa orang berbisik. Jarak sunyi itu mengungkapkan lebih dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Saat itu, saya teringat sebuah adegan dalam novel yang pernah saya baca, di mana seorang tokoh yang terkena penyakit tidak dikalahkan oleh rasa sakit melainkan oleh penolakan masyarakat untuk mengakui keberadaannya. Ceritanya tetap melekat dalam ingatan saya, karena mencerminkan kenyataan yang jauh melampaui fiksi. Hal ini menunjukkan bahwa orang sering kali lebih menderita karena isolasi dan penghakiman dibandingkan karena penyakit itu sendiri.
Ini adalah kenyataan yang dialami oleh banyak orang yang terkena kusta, bukan hanya penyakitnya tetapi juga beban kesalahpahaman, ketakutan dan penolakan sosial yang menghantui mereka setiap hari.
Hari Kusta Sedunia bukan hanya sekedar mengenang penyakit yang telah ada selama berabad-abad; ini tentang mengingat orang. Kusta, juga dikenal sebagai penyakit Hansen, saat ini dapat disembuhkan sepenuhnya. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, mereka yang terkena dampak dapat hidup normal dan sehat. Namun, stigma masih menjadi gejala yang paling sulit disembuhkan.
Selama beberapa generasi, penyakit kusta dikelilingi oleh mitos. Hal ini sering dikaitkan dengan kutukan, hukuman, atau sesuatu yang ditakuti. Keyakinan yang salah ini telah menyebabkan diskriminasi terhadap orang-orang yang dikucilkan dari pendidikan, pekerjaan dan bahkan keluarga mereka sendiri. Kenyataannya, penyakit kusta tidak mudah menular dan pengobatannya tersedia secara luas. Yang menyebar lebih cepat dari penyakit itu sendiri adalah ketidaktahuan.
Hari Kusta Sedunia mengajak kita untuk berhenti sejenak dan merenungkan sikap kita sendiri. Apakah kita berpaling karena merasa tidak nyaman? Apakah kita menilai sebelum kita memahami? Atau apakah kita memilih empati, meski itu membutuhkan usaha?
Hari ini juga menghormati ketahanan. Di seluruh dunia, individu yang terkena kusta terus membangun kembali kehidupan mereka, menentang stigma dan menyuarakan pendapat mereka, tidak hanya untuk diri mereka sendiri namun juga untuk mereka yang masih belum tersentuh. Kisah-kisah mereka tidak ditentukan oleh kelemahan tetapi oleh kekuatan dan keberanian.
Kesadaran memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Percakapan, cerita bersama, atau kesalahpahaman yang telah diperbaiki perlahan-lahan dapat meruntuhkan hambatan yang dibangun selama beberapa dekade.
Di Hari Kusta Sedunia ini, marilah kita menyimak lebih dekat kisah-kisah yang sering kita lewati dan memilih martabat dibandingkan jarak dan pengertian dibandingkan rasa takut. Jika kita berhenti sejenak, mendengarkan dan memilih empati hari ini, cerita masa depan mungkin ditulis dengan harapan, bukan diam.
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.