Kehidupan keluarga artis Tanah Air kerap menarik perhatian publik, termasuk Alya Rohali bersama orang-orang terdekatnya. Baru-baru ini, ia hadir dalam sebuah program televisi Rumpi No Secret bersama sang putri, Namira Adjani, dan menantunya, Auditya Faiz Putra.
Audi resmi menjadi menantu Alya setelah menikahi Namira pada 10 Agustus 2025 lalu. Sejak sat itu, ia turut merasakan pengalaman baru dalam menjalani kehidupan rumah tangga, termasuk tinggal bersama keluarga sang istri.
Di balik kebersamaan tersebut, Audi mengaku menghadapi tantangan tersendiri, salah satunya harus membiasakan diri bangun pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Oh yang paling kerasanya sih harus bangun pagi. Soalnya satu keluarga itu kan suka olahraga semua, jadi harus bangun pagi. Kalo enggak bangun pagi, pressure,” ungkap Auditya sambil tertawa, dikutip dari laman Instagram @nosecret_ttv, Jumat (9/10/2026).
Pernyataan tersebut pun langsung disambut gelak tawa mertua dan sang istri yang langsung menyetujuinya.
“Iya. Laki gue, ‘Audi mana? Belum bangun?’ Soalnya dia udah siap-siap segala macam,” ujar Alya.
Audi mengungkapkan bahwa dirinya sudah terbiasa berolahraga lari sebelum menikah. Namun, melihat sang istri dan keluarga yang begitu konsisten berolahraga, ia pun semakin termotivasi untuk rutin berlari.
“Sebenarnya sih kalau rajin lari udah lama juga. Tapi baru rajinnya banget pas ke-trigger dia juga suka lari. Jadinya aku juga harus ambis,” tuturnya.
Suami Namira Adjani ungkap perbedaan setelah menikah
Namira dan sang suami diketahui mengawali hubungan mereka sejak duduk di bangku SMA. Tak mengherankan jika Audi juga telah lama mengenal Alya sebagai ‘tante’ atau ibu dari kekasihnya.
Namun, kini ia memiliki panggilan baru yang menandakan hubungan mereka sebagai keluarga, yakni ‘Mama’. Ia pun mengungkap perbedaannya setelah menikah.
“Pastinya beda ya kalau dulu, ‘Oh tante di sekolah’. Terus lama-lama jadi ibunya pacar, terus sekarang beda sih rasanya jadi kayak benar-benar mama. Jadi perhatiannya kayak mama sendiri,” ujar Auditya.
Alya Rohali menganggap menantu sebagai anaknya
Lantaran sang putri dan suaminya telah lama menjalin hubungan, Alya pernah mengatakan telah menganggap Audi sebagai anak laki-lakinya.
“Enggak sih, aku kenal dia sudah lama soalnya, ya. Ini kan dari (Jani) umur 16 tahun. Jadi, sudah kayak anak cowok aja gitu. Jadi, dia bilang ‘kayaknya udah kelamaan pacaran, lebih baik disegerakan’,” ujar Alya, dikutip dari kanal YouTube TRANS TV Official.
Saat prosesi sungkeman pernikahan Namira dan Audi, Alya mengungkap pesan yang disampaikan kepada sang menantu.
“Pesan ke Audi sih banyak cuma yang kocak waktu lagi sungkeman gitu kan. Terus namanya khusyuk gitu sungkem, ‘Titip Jani ya Di, jangan dilarang-larang’,” ungkap Alya.
Pesan itu disampaikan Alya karena tak ingin mimpi yang sudah dibangun putrinya itu kandas ketika membangun rumah tangga.
“Gue harus melindungi mimpi anak gue yang sudah dibangun dari kecil gitu. Jangan tiba-tiba lu datang, lu ngelarang anak gue mau ngapain. Walaupun gue bilangnya ke dia (Adjani), tetap berkembang dengan restu dan ridha dari suami. Suaminya gue teken dulu ya, ‘Jangan larang-larang’,” sambungnya.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.