Tahukah kamu, Ibu? Bahasa tubuh seringkali mengungkap makna di balik kata-kata, salah satunya melalui gestur menyentuh hidung. Tanpa disadari, kebiasaan kecil tersebut juga bisa mencerminkan karakter seseorang.
Agen FBI, polisi, dan bahkan orang tua sering kali mengandalkan bahasa tubuh untuk mengatakan kebenaran. Dalam salah satu episode podcast Russell Brand, Di bawah Kulit, ia membahas budaya disinformasi yang dialami saat ini, dengan fokus pada Bill Gates untuk memperkuat argumennya.
Salah satu cuplikan podcast yang diunggah di media sosial, Brand menunjukkan klik Gates berbicara di konferensi pers. Ia terlihat cepat menyentuh hidungnya dengan tangan kanannya sebelum menjawab pertanyaan.
“Jangan sentuh hidungmu, kita semua pernah melihat video itu,” kata Brand, dikutip dari situsnya Tango Anda, Kamis (9/4/2026).
Melihat reaksi Brand, mau tak mau kita bertanya-tanya kan, Bu? Benarkah gestur singkat seperti itu mempunyai makna yang begitu dalam?
Ternyata para ahli bahasa tubuh memang punya catatan khusus terkait gerakan ini. Mengapa berbicara sambil menyentuh hidung menjadi hal yang sensitif bagi sebagian orang? Bacalah penjelasan berikut ini agar Anda dapat membaca lebih teliti karakter lawan bicara Anda.
6 hal yang bisa terungkap dari kebiasaan menyentuh hidung
Menyentuh hidung diduga memiliki beragam makna berdasarkan bagaimana dan dalam konteks apa dilakukan. Berikut beberapa hal yang bisa terungkap dari kebiasaan ini:
1. Menyentuh bagian samping hidung menandakan ada sesuatu yang ingin dirahasiakan
Menyentuh hidung saat berbicara dianggap sebagai isyarat bahasa tubuh bahwa seseorang ingin menjaga kerahasiaan informasi yang dibagikan.
Beberapa budaya juga menganggap isyarat tersebut sebagai peringatan untuk tidak mempercayai apa yang dikatakan.
Ini adalah isyarat yang dilakukan Gates dalam video Brand. Tanggapan Brand terhadap isyarat tersebut menunjukkan bahwa dia yakin pengusaha tersebut tidak ingin percakapan tersebut diketahui publik.
Ini adalah sinyal sadar yang digunakan seseorang untuk memberi tahu orang yang mereka tunjuk bahwa mereka curiga. Gestur ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengamati dengan cermat.
Orang cenderung merasa cemas ketika menghadapi situasi tidak nyaman, yang kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya adrenalin yang mengalir ke seluruh tubuh.
Ada beberapa tanda bahasa tubuh yang menandakan seseorang sedang gugup, antara lain mencabut kuku dan menyentuh hidung dengan jari.
Menurut para ahli, jika seseorang berulang kali menyentuh hidungnya dengan jari telunjuk, itu juga merupakan tanda stres.
Gerakan ini meliputi meletakkan ujung ibu jari di ujung hidung dengan telapak tangan terbuka, dan menggoyangkan jari lainnya mengarah ke atas.
5. Memijat pangkal hidung menandakan rasa frustrasi
Saat seseorang sedang lelah, Anda mungkin pernah melihat banyak dari mereka yang memijat bagian atas pangkal hidung di antara mata dengan jari telunjuk dan ibu jari.
Area hidung dipenuhi pembuluh darah yang cepat terisi darah saat tubuh memasuki mode stres. Para ahli mengatakan gerakan ini merupakan reaksi bawah sadar yang bertujuan untuk membantu mengurangi aliran darah dan membuat seseorang merasa lebih rileks.
Demikian pula, Anda mungkin melihat seseorang membuat bentuk segitiga dengan kedua jari telunjuknya mengelilingi area hidung ini.
Hal ini memiliki efek yang mirip dengan mencubit, memungkinkan orang tersebut memotong informasi berlebihan yang masuk dan memusatkan diri.
6. Menggosok hidung dengan kuat menandakan rasa gatal yang nyata
Tentu saja, tidak semua gerakan yang berhubungan dengan hidung merupakan tanda berbohong atau stres. Hidung bisa terasa gatal karena berbagai alasan, dan tidak selalu pada waktu yang tepat.
Nah, itulah beberapa hal yang diungkap dari kebiasaan orang berbicara sambil menyentuh hidung. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Ibu menginginkannya membagikan pertanyaan mengasuh anak dan Anda bisa mendapatkan banyak memberi secara gratisya bergabung Komunitas Pasukan HaiBunda. Daftar dan klik Di Sini. Bebas!
(jadi/rap)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.